SEKILAS KATEGORI TINDAKAN KEPERAWATAN

“Sehat itu indah, sehat itu gratis”

Rabu, 12 Februari 2014

“KEPERAWATAN DASAR SECARA UMUM”

Asuhan Keperawatan merupakan proses atau rangkaian kegiatan pada praktik keperawatan yang diberikan secara langsung kepada klien/ pasien di berbagai tatanan pelayanan kesehatan. Dilaksanakan berdasarkan kaidah-kaidah Keperawatan sebagai suatu profesi yang berdasarkan ilmu dan kiat keperawatan, bersifat humanistic,dan berdasarkan pada kebutuhan objektif klien untuk mengatasi masalah yang dihadapi klien.

Menurut Ali (1997) Proses Keperawatan adalah metode Asuhan Keperawatan yang ilmiah, sistematis, dinamis dan terus-menerus serta berkesinambungan dalam rangka pemecahan masalah kesehatan pasien/klien, dimulai dari Pengkajian (Pengumpulan Data, Analisis Data dan Penentuan Masalah) Diagnosis Keperawatan, Pelaksanaan dan Penilaian Tindakan Keperawatan (evaluasi).

Asuhan keperawatan diberikan dalam upaya memenuhi kebutuhan klien. Menurut Abraham Maslow ada lima kebutuhan dasar manusia yaitu:

  Kebutuhan fisiologis meliputi oksigen, cairan, nutrisi

  Kebutuhan rasa aman dan perlindungan

  Kebutuhan rasa cinta dan saling memiliki

  Kebutuhan akan harga diri

  Kebutuhan aktualisasi diri

Berdasarkan pengertian diatas maka dapat disimpulkan bahwa Asuhan Keperawatan merupakan seluruh rangkaian proses keperawatan yang diberikan kepada pasien yang berkesinambungan dengan kiat-kiat keperawatan yang dimulai dari pengkajian sampai dengan evaluasi dalam usaha memperbaiki ataupun memelihara derajat kesehatan yang optimal.

Dalam aturan pembuatan angka kredit perawat, suatu hal yang perlu diuraikan lebih detil adalah tentang kategori tindakan perawat. Di sana disebutkan, tentang Tindakan Keperawatan Dasar dan Tindakan Keperawatan Kompleks. Masing-masing kelompok terbagi lagi menjadi kategori 1,2,3 dan 4. Memang sangat rumit dan tidak terdefinisikan dengan baik, karena memang belum menggunakan bahasa standar perawat. Lain waktu akan saya bandingkan dengan yang menggunakan SNL.

 

Tindakan Keperawatan Dasar Kategori I

 

  1. Menyiapkan dahak untuk pemeriksaan
  2. Menyiapkan hapusan tenggorok dan hidung
  3. Menyiapkan hapusan mata
  4. Meyiapkan hasil biopsi untuk pemeriksaan
  5. Menyiapkan cairan luka (pus) untuk pemeriksaan)
  6. Membersihkan tempat tidur
  7. Membuat larutan sabun
  8. membuat larutan lysol
  9. Membuat larutan saflon
  10. Mencuci tangan dengan cara biasa
  11. Mencuci tangan dengan cara desinfeksi
  12. Mencucui tangan dengan cara steril
  13. Desinfeksi
  14. Sterilisasi
  15. Memelihara peralatan dari logam
  16. Memelihara peralatan dari gelas
  17. Memelihara peralatan dari karet
  18. Menimbang berat badan
  19. Menolong memberikan urinal
  20. Memberikan obat melalui kulit
  21. Meneteskan obat tetes hidung
  22. Memberikan obat via selaput lendir saluran pencernaan
  23. Pengambilan urine biasa
  24. Memasang manset.

Tindakan Keperawatan Dasar Kategori 2

 

  1. Memberikan obat tetes mata
  2. Memberikan obat mata
  3. Irigasi mata
  4. Pemberian obat tetes telinga
  5. Pemberian obat tetes hidung
  6. Pemberian obat supositoria melalui anus
  7. Menyiapkan alat untuk mengumbah lambung
  8. Menyiapkan alat untuk mengumbah kandung kemih
  9. Menyiapkan cairan otak untuk pemeriksaan
  10. Menyiapkan cairan lambung
  11. Menyiapkan cairan rongga pleura
  12. Menyiapkan alat peraga penyuluhan kesehatan individu
  13. Menyiapkan alat peraga penyuluhan kesehatan keluarga
  14. Menyiapkan alat peraga penyuluhan kesehatan kelompok
  15. Menyiapkan alat peraga penyuluhan kes. masyarakat
  16. Merapihkan tempat tidur
  17. Memindahkan pasien berjalan menuju kursi
  18. Mengatur posisi berbaring pasien (fowler)
  19. Mengatur posisi berbaring pasien (sim)
  20. Mengatur posisi berbaring pasien (trendelenburg)
  21. Mengatur posisi berbaring pasien (dorsal recumbant)
  22. Mengatur posisi berbaring pasien (genu postural)
  23. Mengganti alat tenun kotor tanpa memindahkan pasien
  24. Mengukur suhu badan
  25. Menghitung pernafasan
  26. Mengukur tekanan darah
  27. Memandikan pasien di tempat tidur
  28. Menyisir rambut
  29. Mencuci rambut
  30. Memasang kap kutu
  31. Menyikat gigi
  32. Membersihkan mulut
  33. Memelihara gigi palsu
  34. Memelihara mulut pasien yang patah tulang rahang atau menjalani operasi rahang
  35. Memotong kuku
  36. Membantu memberikan makan dan minuman pada pasien
  37. Menghidangkan makanan dan minuman kepada pasien yang dapat makan sendiri
  38. Menghidangkan makanan dan minuman kepada pasien yang tidak dapat makan sendiri
  39. Memelihara kebersihan Vulva dan Perineum
  40. Memberi gliserin dengan spuit
  41. Memberikan huknah rendah
  42. Memberikan huknah tinggi
  43. Memasang pembalut pada luka
  44. Mengganti balutan
  45. Mengangkat jahitan luka
  46. Memberikan kompres panas
  47. Memberikan kompres basah
  48. Memberikan kirbet es
  49. Memasang bantal angin
  50. Perawatan pasien yang akan meninggal
  51. Memberikan obat melalui mulut
  52. Pengumbahan dengan mempergunakan spuit
  53. Pengumbahan dengan cara tetesan
  54. Meneteskan obat pada mata
  55. Memberikan salf mata
  56. Meneteskan obat tetes telinga
  57. Pemberian obat melalui vagina
  58. Pemberian obat melalui anus
  59. Pemeriksaan kadar gula dalam urine
  60. Benedict Test
  61. Pemeriksaan dengan menggunakan pita test
  62. Pengambilan bahan UCT
  63. Pengumpulan urine selama 24 jam
  64. Penyediaan faeces untuk kultur
  65. Mengambil darah perifer
  66. Penyuluhan kesehatan pada individu
  67. Mengisi sensus harian
  68. Mengisi formulir permintaan barang
  69. Mengisi formulir permintaan makanan pasien baru
  70. Mengisi formulir permintaan obat-obatan rutin
  71. Mengisi formulir permintaan instrumen insidental
  72. Mengisi formulir perbaikan alat
  73. Mengisi formulir permintaan pemeriksaan laboratorium
  74. Mendampingi pasien konsul
  75. Menyuapi pasien
  76. Melatih pasien bernafas dalam dan batuk
  77. Melaksanakan program orientasi minimal pada pasien
  78. Observasi pasien yang sedang di manset
  79. Menolong pasien pindah dari satu ruang ke ruang lain.

 

 

Tindakan keperawatan dasar kategori 3

adalah tindakan keperawatan dasar yang memiliki kesulitan sedang, tanpa mengandung resiko dan perlu pengalaman kerja. Beberapa yang termasuk dalam Tindakan Keperawatan Dasar Kategori 3 adalah sebagai berikut :

  1. Pemberian obat melalui pernafasan instalasi zat asam (oksigen)
  2. Memberikan suntikan intracutan
  3. Memberikan suntikan subcutan
  4. Memberikan suntikan intramuskuler
  5. Mengambil darah vena
  6. Penyuluhan kesehatan kepada keluarga

 

Tindakan keperawatan dasar kategori 4

adalah tindakan keperawatan dasar yang memiliki kesulitan sedang, perlu pengalaman, dapat menimbulkan gangguan fisik dan psikis, perlu tambahan pengetahuan. Beberapa yang termasuk dalam Tindakan Keperawatan Dasar Kategori 4 adalah sebagai berikut :

  1. Memberikan suntikan intravena
  2. Memberikan infus
  3. Tranfusi darah
  4. Menyiapkan alat DC Shock dalam keadaan siap pakai (ICU,ICCU)
  5. Melakukan EKG

TINDAKAN PERAWATAN KOMPLEKS

Tindakan Perawatan Komplek Kategori 1

Masih seputar kategori tindakan keperawatan yang disusun oleh Tim Penyusun Revisi Jabatan Fungsional Tenaga Keperawatan Direktorat Keperawatan dan Keteknisan Medis Kemenkes 1997, sekedar sebagai reverensi.

Masuk dalam tindakan keperawatan komplek kategori 1 adalah sbb:

 

  1. Pengambilan urine steril
  2. Mengukur berat jenis urine
  3. Pemeriksaan jumlah protein dalam urine
  4. Pengujian pemekatan (Concentrate Test)
  5. Pemeriksaan Creatinin Clearence (CCT)
  6. Pengambilan darah arteri
  7. Auskultasi abdomen
  8. Pemeriksaan infiltrasi cairan subcutan
  9. Pemeriksaan fungsi peralatan suction
  10. Pemeiksaan kebebasan traksi
  11. Pemeriksaan oedema di sekitar luka operasi
  12. Pemeriksaan naso gastric tube pasien
  13. Pemeriksaan ketepatan tinggi alat bantu jalan
  14. Deteksi skin test positif
  15. Observasi keluhan gatal
  16. Mengeluarkan ASI secara manual
  17. Persiapan alat anastesi
  18. Menyiapkan alat temporary pacemaker
  19. Melakukan auskultasi dada
  20. Dll pemeriksaan komplek


Tindakan Keperawatan Komplek Kategori 2

Masih seputar kategori tindakan keperawatan yang disusun oleh Tim Penyusun Revisi Jabatan Fungsional Tenaga Keperawatan Direktorat Keperawatan dan Keteknisan Medis Kemenkes 1997, sekedar sebagai reverensi.

Masuk dalam tindakan keperawatan komplek kategori 2 adalah sbb:

 

  1. Memberi makan pada pasien bayi melalui NGT
  2. Menolong pasien bayi dengan epistaksis
  3. Menolong bayi dengan perdarahan tali pusat
  4. Irigasi telinga
  5. Perawatan pasien dengan racheostomi
  6. Pemberian obat inhalasi
  7. Pemberian obat melalui saluran kemih
  8. Menolong memberikan minuman pada pasien khusus
  9. Vena sectie
  1. Mengumbah lambung
  1. Mengumbah kandung kemih
  2. Irigasi mata
  3. Jahit luka
  4. Tindakan observasi fisiologis dan patologis lainnya.


Tindakan Keperawatan Komplek 3 dan 4

Walaupun menurut saya kurang sempurna, tapi ini adalah hasil kerja keras para pendahulu perawat Indonesia yang sampai hari ini belum dilakukan revisi. Mudah-mudahan direktorat keperawatan Kemkes segera melakukan revisi dengan megacu kepada Standar Bahasa Keperawatan (SNL)

Komplek kategori 3

  1. Memasang NGT
  2. Memberikan makan pasien dg labioschisiz
  3. Penyuluhan kesehatan kelompok
  4. Mengobservasi perdarahan
  5. Mengobservasi dehidrasi
  6. Mengobservasi masuknya benda asing ke dalam tubuh
  7. Mengobservasi gangguan sirkulasi
  8. Mengobservasi presentase dari bagian tubuh yang terbakar
  9. Mengobservasi reaksi tranfusi darah
  10. Mengobservasi dehidrasi adekuat
  11. Mengobservasi obstruksi jalan nafas
  12. Mengobservasi sianosis
  13. Megobservasi diare
  14. Mengobservasi hilangnya kemampuan berbicara
  15. Membuat jadwal dinas

Komplek kategori 4

  1. Penyuluhan kesehatan masyarakat
  2. Menyusun rencana tahunan

 

 

Posted in Uncategorized | Tagged | Leave a comment

Hello world!

Welcome to WordPress.com. This is your first post. Edit or delete it and start blogging!

Posted in Uncategorized | 1 Comment